Pameran dan Bazaar Kerajinan Batu Akik Ngrayun, Wakoka ‘Berubah’ Jadi Pasar Batu Mulia

Minggu (25/1/2015), suasana di warung kopi Wakoka, Ponorogo berubah seperti pasar batu akik. Puluhan pengrajin batu akik asal kecamatan Ngrayun, Ponorogo berkumpul. Mereka menyuguhkan beragam batu akik aneka warna. Suasana pun semakin hiruk, saat ratusan pengunjung berjubal, saling berebut untuk melihat batu-batu akik yang dipamerkan. Transaksipun terjadi. Penyelenggara even ini memang dari kalangan pengrajin baru akik dari kawasan kecamatan Ngrayun Ponorogo. Di setiap sudut warung kopi seluas sekitar setengah hektar itu berisi meja-meja, dimana di setiap mejanya dipajang aneka batu, dari yang lumrah dipakai penggemar akik, hingga yang paling langka.
Menurut Hariyoko, ketua panitia pameran dan bazaar, tujuan diadakannya pameran ini, untuk semakin mengangkat citra Ngrayun sebagai salah satu sentra batu akik yang ada Indonesia. “Orang mungkin selama ini lebih banyak kenal dengan batu-batu dari luar Jawa seperti Bacan dari Aceh dan lain-lain. Banyak yang belum tahu bahwa Ngrayun juga memiliki potensi batu -batu eksotis. Untuk itulah ajang ini kita gelar,” papar Hariyoko, ditemui di lokasi pameran.
Tak hanya pengrajin dan pedagang batu akik, para pedagang asesoris pendukungnya pun ikut meramaikan pameran ini. Seperti emban atau dudukan batu yang dikenakan di tangan, hingga serbuk intan untuk perawatan pengkilap batu akik hingga senter untuk melihat serat batu.
Hingga berita ini ditulis, para pengunjung masih menjubali warung kopi Wakoka, yang dengan antusias masih melihat, hingga belanja batu-batu asli Ponorogo itu. (joss/reog.tv)@ponxzhi

Dilangsir dari :  reog.tv

Post a Comment

أحدث أقدم