Hujan deras
disertai angin kencang, terjadi di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa sore (27/1)
akibatnya, sejumlah pohon peneduh di tepi jalan raya jurusan
Ponorogo-Trenggalek tumbang dan menutup jalur. Kemacetan dan antrian panjang
kendaraan terjadi, karena proses evakuasi berlangsung lambat.
Di bawah
guyuran hujan deras, warga bahu membahu berusaha menebang pohon yang melintang
di jalan raya, tepatnya di desa Brahu, kecamatan Siman, Ponorogo, depan
Institut Islam Darussalam Ponorogo. Posisi pohon yang melintang
jalan, menyebabkan tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Hanya sepeda
motor yang bisa melintas, di antara halaman rumah warga
MENGULAR.
Kendaraan yang harus menunggu pohon yang tumbang melintang di jalan disingkirkan
warga dengan peralatan seadanya, antrian kendaraan pun mengular hingga 3 km.
(foto: tim/reog.tv)
Antrian
kendaraan roda empat mengular hingga 3 kilometer. Sebagian lainnya memilih
memutar melalui jalur kota Ponorogo – Dengok – Jetis – Trenggalek. Antrian
kendaraan terjadi karena proses evakuasi pohon berlangsung sangat lamban,
karena warga mengunakan peralatan yang sangat terbatas. Setelah 3 jam, jalur
berhasil di buka, namun sebagian batang pohon masih melintang di jalan.
Menurut
Mahendra, warga sekitar, pohon yang tumbang yakni jenis Alba, setelah hujan
deras disertai angin kencang terjadi, di kawasan ini. Meski tak menyebabkan
korban jiwa, tumbangnya pohon ini menyebabkan jalur antar kabupaten sempat
terputus.
“Ya akibat
hujan deras sekali disertai angin kencang, Sempat macet, ini karena tidak ada
alat berat sama sekali. Ya akhirnya lama untuk menyingkirkan pohonnya,” kata
Mahendra.
Selain pohon
peneduh ini, angin kencang dan hujan menyebabkan belasan pohon lain juga
tumbang. Namun tidak mengganggu lalu lintas. Warga berharap agar pemerintah
melakukan penebangan pohon peneduh yang sudah tua usianya. Agar tidak
menimbulkan bencana saat angin kencang. (tim/reog.tv)@ponxzhi
Dilangsir dari : reog.tv
إرسال تعليق